kedai aku

Tuesday, February 19, 2013

PENGANUT AGAMA HINDU BOIKOT HALAL DI SRI LANKA




Dicatat oleh ustazcyber di 3:42:00 PTG





KOLOMBO : Sebuah kelompok Buddha Sinhala garis keras di Sri Lanka menyerukan dihapusnya sistem sertifikasi halal Muslim untuk makanan-minuman dan benda-benda lainnya.

Mereka juga menyerang masjid-masjid dan usaha-usaha milik kaum Muslimin.

Para pemimpin menyerukan boikot terhadap daging halal dan meminta toko-toko menghabiskan stok daging halal mereka paling lambat April mendatang, seperti dilaporkan pejabat berita AFP.

Mereka juga meminta agar para pemuka ‘agama asing’ segera meninggalkan negara ini dalam waktu satu bulan....tajuk/salam-online




Ribuan pendukung kelompok ini mengikuti aksi unjuk rasa di ibukota Kolombo. Seruan itu datang di tengah meningkatnya ketegangan agama di Sri Lanka. Seperti dilaporkan BBC, sejumlah masjid dan usaha-usaha milik Muslim mendapat serangan.

Ribuan pria dan wanita memenuhi lapangan tempat unjuk rasa berlangsung dan jalan-jalan di sekitarnya di Maharagama untuk mendengar pidato-pidato dari kelompok nasionalis dan para pendeta kelompok itu. Aktivis muda kelompok tersebut mengenakan kaos oblong bertuliskan ‘No Halal’.

Ia mengklaim bahwa ekstremis Kristen dan Muslim mengancam pemeluk Buddha dan mengatakan ratusan pendeta Budha siap bertempur.

Sekertaris umum kelompok tersebut, Venerable Galaboda Aththe Gnanasara, mengatakan, “Hanya biarawan (Budha) yang dapat menyelamatkan bangsa,” ujarnya seperti dikutip BBC.

Sebelumnya telah terjadi beberapa penyerangan terhadap masjid dan tempat usaha yang dimiliki umat Islam. Hal serupa terjadi pada gereja kristen.

“Negara kita adalah negara Sinhala dan kita adalah polisi tidak resmi,” serunya.

Kelompok ini menolak disebut anti minoritas dan menolak segala kaitan antara mereka dengan serangan terhadap umat Islam dan Kristen baru-baru ini.

Kelompok Sinhala Buddha merupakan tiga perempat dari 20 juta populasi Sri Lanka. Sementara kaum Muslimin meliputi 10% dari populasi dan tidak memiliki hubungan baik dengan mayoritas Sinhala. (BBC)–salam-online


No comments:

Post a Comment